Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar cell yang dimanfaatkan untuk mengangkat air dari Gua Plawan di Desa Giricahyo, Kecamatan Purwosari kini menjadi objek wisata teknologi. Sejak diresmikan oleh Menteri PU beberapa waktu lalu, banyak pelajar dan mahasiswa mengunjungi tempat tersebut.
Camat Purwosari Winaryo SH menjelaskan, pembangkit listrik tenaga surya di Dusun Gabug, Desa Giricahyo dibangun oleh Departemen Pekerjaan Umum RI dan menelan dana Rp 1,3 miliar. Saat ini sudah banyak pelajar dan mahasiswa baik dari wilayah Gunungkidul dan DIY berkunjung ke lokasi tersebut.
“Terlebih selama memasuki puasa ini, setiap menjelang berbuka puasa, banyak anak-anak muda dan pelajar berkunjung ke lokasi tersebut sambil menunggu saat berbuka puasa, atau sengaja berbuka puasa di sana,” tutur Winaryo.
Ditambahkan, lokasi PLTS ini dekat Pantai selatan, sehingga para pengunjung PLTS bisa melihat keindahan laut selatan.
Di dekat PLTS ada Pantai Gupit yang selama ini digunakan untuk arena panjat tebing. Juga dekat Gua Langse, tempat orang bertapa atau semedi. Di Desa Giritirto yang tidak jauh dari Giricahyo terdapat Gua Cerme yang menjadi objek wisata andalan, meskipun pintu masuknya ada di Kecamatan Imogiri Bantul.
Masyarakat Desa Giricahyo sangat berharap agar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul bekerja sama dengan DPU Gunungkidul untuk meningkatkan fasilitas jalan menuju ke PLTS atau bahkan sampai ke Pantai Gupit guna mendukung dibukanya objek wisata baru tersebut.
“Jika jalan menuju ke PLTS diaspal, lokasi tersebut akan semakin mudah dijangkau dan akan menjadi terkenal sebagai objek wisata sehingga akan menambah PAD, sekaligus masyarakat di sekitarnya bisa membuka usaha,” kata Camat Purwosari Winaryo SH.